Kucing-kucing Karin

 

 

“Ibu, boleh ya, Bobos sama Bobot diajak berlibur?”pinta Karin pada ibunya yang sedang memasukkan baju-baju kedalam koper.

“Karin, kan kemarin sudah Ibu bilang bahwa kucing-kucingmu tidak boleh ikut pergi bersama kita. Kenapa Kamu masih memaksa juga?ujar ibu sedikit kesal.

“Kalau kita pergi berlibur, siapa yang akan menjaga dan memberi makan Bobos dan Bobot?” Karin tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya akan nasib kedua kucing peliharaannya.

Liburan kali ini, Karin dan keluarganya  akan berlibur ke Pulau Bali. Di satu sisi Karin sangat senang bisa menikmati keindahan pantai-pantai  Pulau Dewata yang begitu terkenal di mancanegara. Tapi di sisi lain ia juga berat meninggalkan rumah karena ada dua ekor kucing lucu yang memerlukan perhatiannya.

“Kamu tidak usah khawatir. Kucing-kucingmu nanti dititipkan dirumah Tante Ella. Ibu sudah bilang tadi pagi dengan Tante Ella dan beliau sudah setuju untuk menjaga Bobos dan Bobot,”kata Ibu yang membuat Karin sedikit lega.

“Apakah baju-bajumu sudah dimasukkan didalam koper?”Tanya ibu mengingatkan.

Karin menepuk keningnya. Duh, gara-gara memikirkan Bobos dan Bobot, ia hampir lupa berkemas. Karin pun buru-buru pergi ke kamarnya sambil dibuntuti oleh kedua kucingnya.

Karin memang dikenal sebagai anak penyayang binatang. Bobos dan Bobot adalah anak kucing yang ditemukannya disebuah tempat sampah. Karena kasihan, Karin pun membawa pulang kerumah kedua anak kucing itu.

Pada mulanya ayah tidak setuju Karin merawat anak kucing karena takut ia belum bisa bertanggung jawab. Menurut ayah, mengurus binatang itu bukan pekerjaan yang mudah. Diperlukan tanggung jawab yang besar agar binatang itu terurus dengan baik.

Karin berusaha meyakinkan ayah bahwa ia bisa bertanggung jawab mengurus kucing dengan baik. Dan ia pun benar-benar membuktikannya. Karin sangat telaten mengurus Bobos, kucing jantan berwarna abu-abu dan Bobot, kucing betina berwarna hitam, miliknya.

Saat baru ditemukan Karin, kedua kucing itu sangat kurus dan dekil. Sejak dipelihara Karin, kedua kucing itu menjadi gemuk dan sehat. Bulunya pun halus dan mengkilap. Setiap Karin mau pergi sekolah, kedua kucing itu selalu mengantarnya sampai ke depan pintu pagar dan kalau Karin pulang sekolah, Bobos dan Bobot sudah menunggu dengan manis didepan pintu. Begitu melihat Karin datang, kedua kucing itu langsung berlari mendekati  dan menjilat-jilati tangan Karin.

Bobos dan Bobot merupakan teman bermain yang menyenangkan. Mereka juga setia menemani Karin belajar.Mereka duduk dibawah meja belajar, menunggu sampai Karin selesai belajar dan mengajak mereka bermain. Semua anggota keluarganya sangat sayang pada Bobos dan Bobot. Cuma Kakaknya, Satria  saja yang suka iseng. Dia suka menggoda Bobos dan Bobot dengan mengikat ikan goreng dengan tali dan menariknya sehingga kucing-kucing itu berlari mengikuti tali. Jika Bobos dan Bobot kecapean, baru ikan goreng itu dilepasnya. Memang iseng, ya Kak Satria.

Tante Ella tinggal di depan rumah Karin. Beliau juga penyayang binatang. Kucing-kucing peliharaan Tante Ella jumlahnya sangat banyak. Kalau tidak salah mencapai satu lusin alias dua belas ekor. Semua kucing itu terpelihara dengan baik. Dulu, sebelum Karin mempunyai Bobos dan Bobot, ia suka datang ke rumah Tante Ella untuk membantunya merawat kucing. Makanya Karin sangat lega ketika tahu Bobos dan Bobot dititipkan dirumah Tante Ella karena ia tahu kucing-kucingnya bakal terurus dengan baik.

Keesokan harinya ketika sedang sarapan, ibu membawa berita yang tidak mengenakkan.

“Orangtua Tante Ella kena serangan jantung. Tadi pagi, Tante Ella  buru-buru  berangkat ke Tegal untuk menengok keadaan orangtuanya,”ujar ibu dengan nada prihatin.

“Mudah-mudahan, orangtuanya cepat sehat,”kata ayah sambil meminum teh manisnya.

Mendengar perbincangan itu, Karin langsung gelisah, “Kalau Tante Ella pergi, siapa yang akan menjaga Bobos dan Bobot?”Tanya Karin cemas. “Ayah, boleh ya Bobos dan Bobot, diajak berlibur?”

Ayah menggeleng kepala. “Karin, binatang peliharaan tidak boleh dibawa dalam pesawat. Jadi Bobos dan Bobot tidak bisa diajak,”kata ayah dengan menyesal.

“Gimana, kalau Bobos dan Bobot dimasukkan ke dalam kardus saja saat kita naik pesawat jadi tidak ketahuan sama pramugarinya?”usul Karin.

“Memangnya, kucing-kucingmu tidak mengeong saat ditaruh didalam kardus?”Tanya Satria mengingatkan. “Lagian kalau ditaruh didalam kardus berbahaya.  Kucing-kucing itu bisa mati  karena kekurangan oksigen untuk bernafas.”

Mendengar omongan kakaknya, Karin bergidik ketakutan. Dia tidak mau kucing-kucingnya mati gara-gara dimasukkan ke dalam kardus agar bisa dibawa bepergian dengan pesawat. Cuma, kalau tidak diajak, siapa yang akan menjaga mereka ketika ia dan keluarganya berlibur. Karin benar-benar dalam situasi yang sulit.

Karin ingin sekali merasakan sea walker di Pantai Sanur. Itu lho, berjalan di dalam air sambil memandangi ikan-ikan hias yang berseliweran di dalam laut sambil mengenakan helm khusus. Ia juga ingin menunggangi gajah di Desa Taro, Tegalalang.

“Kalau berat meninggalkan Bobos dan Bobot sendirian dirumah, Kamu batalin aja liburan ke Bali dan tetap tinggal dirumah,”kata Kak Satria menggoda Karin.

Karin juga tidak suka membayangkan dirinya membatalkan rencana liburannya dan tinggal di rumah saja. Tapi ia juga tidak tega membiarkan Bobos dan Bobot tidak ada yang merawatnya selama ditinggal berlibur. Tak terasa airmata mulai jatuh di pipinya. Karin benar-benar merasa sedih.

“Sudah, jangan goda lagi adikmu! Akan kita pikirkan jalan keluarnya untuk mengatasi permasalahan ini,”ucap Ayah.

“Tapi besok kita sudah mau berangkat ke Bali!”ingat Karin. “Jadi gimana dong?”

“Sabar, kalau panik kayak gini nggak akan dapat jalan keluarnya,”kata ayah lagi.

Tiba-tiba telepon rumah berbunyi. Kak Satria berbaik hati mau mengangkat telepon. Biasanya ia paling malas menjawab telepon dan lebih suka menyuruh Karin melakukannya.

“Bu, Tante Ella mau bicara!” Kak Satria menyerahkan gagang telepon kepada ibu.

Setelah menerima telepon dari Tante Ella, wajah ibu kelihatan gembira.

“Tebak, tadi Tante Ella bilang apa sama ibu?”Tanya ibu sedikit main tebak-tebakan.Karin yang lagi sedih tidak minat untuk menjawabnya.

“Tante Ella cerita sebelum ia pergi ke luar kota tadi pagi, ia menitipkan kucing-kucingnya ke sebuah pet shop milik kenalannya. Disana kucing-kucingnya diurus dan dirawat secara professional. Beliau memberikan alamat pet shop agar kucing-kucingmu bisa dititipkan disana,” ujar ibu panjang lebar.

“Jadi, Bobos dan Bobot dititipkan di pet shop?”ulang Karin.

“Iya dan Kamu bisa berlibur dengan tenang,”kata ibu sambil mengedipkan mata.

Mendengar itu, Karin merasa sangat lega. Kucing-kucingnya berada ditempat yang aman selama ia berlibur di Bali. Ia sudah tidak sabar untuk menyaksikan matahari terbenam di Pura Luhur Uluwatu sambil menyaksikan tarian kecak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s