Nak, Bobok Siang Yuk!

Posted on Updated on

1481892861336“Bu, Aku mau ke wc dulu. Tadi belum pipis,” kata Dzaki meminta ijin.

“Mbak Nuha juga belum pipis!”timpal Nuha.

Dengan mata setengah memejam, saya bilang, ” Oke, tapi ke kamar mandinya ga pake lama dan ga main air ya!”

Ga sampai lima menit Dzaki dan Nuha sudah balik ke kamar lagi.

“Ayo, dilanjutkan tidur siangnya!”

Dzaki mengambil posisi tidur disamping saya sementara Nuha tidur di kasurnya sendiri. Saya baru mau terlelap, tiba-tiba Dzaki duduk sambil  ngomong, “Ibu, saya haus. Mau minum.”

Mendengar itu, Nuha langsung menyahut, “Sini biar Mbak temani adek minum. Mbak juga haus.”

Dan adegan mau pipis dan haus itu selalu menghinggapi kedua anak saya saat akan disuruh tidur siang. Biar ga terulang lagi, saya selalu menyuruh mereka ke kamar mandi dan minum sebelum  tidur siang. Tapi Nuha dan Dzaki selalu pintar buat alasan untuk menghindari tidur siang.

“Bu, Mbak ada peer. Mbak mau mengerjakannya sekarang.”

“Kata Amma, saya harus mengulangi baca qiroaty sepuluh kali. Biar bisa pindah halaman.”

Dan alasan yang dibuat mereka itu tidak bisa saya tolak dan terpaksa saya ijinkan walopun harus mengorbankan waktu tidur siang mereka. Beda banget dengan anak sulung saya, Mas Aflah. Beliau ga pernah cari alasan untuk menghindari tidur siang. Tanpa disuruh pun, sepulang sekolah, dia langsung istirahat dikamar. Kadang tertidur kadang hanya gegoleran dikasur menunggu waktu ashar.

Saya termasuk ibu yang getol menyuruh anaknya untuk tidur siang.  Cuma sayangnya yang disuruh itu lebih banyak nolaknya ketimbang nurutnya. Padahal kalo anaknya tidur siang, ibunya bisa berkesempatan buat nyuri-nyuri waktu ikut tiduran juga dengan tenang*modusss

Bagi kaum ibu, bisa tidur siang dengan nyaman dan tanpa gangguan itu sesuatu yang langka. Baru mata mo terpejam sebentar, si bungsu sudah menepuk-nepuk pipi, “Bu, boleh saya buat susu?”

Kadar ngantuk yang tadinya 100 persen turun jadi 75 persen. “Bu, Mbak boleh mandi lagi?”

Saya mengangguk dengan mata terpejam. “Mbak, Ibu mau tidur siang sebentaaarr aja. Tolong jangan diganggu yaa!”

“Oke, bu. Biar Mbak jagain dan ngajak adek main,” kata Nuha meyakinkan saya.

Ternyata mereka mainnya di dalam kamar! Dan itu membuat rasa kantuk saya menjadi lenyap.

tmp_31887-nuha2489541897
Gaya tidur ketiga anak saya

Duh, kenapa susah sekali menyuruh kedua anak saya tidur siang. Padahal saya waktu masih kecil dulu itu selalu nurut kalo disuruh tidur siang. Soalnya enak bisa istirahat setelah capek belajar di sekolah dan bangun badan jadi segar dan saat sore bisa main dengan semangat. Tidur siang itu seperti mencharge hp yg lowbat biar full lagi bateranya. Karena anak-anak  dibiasakan bangun sebelum subuh dan ga mau disuruh tidur siang maka sesudah isya sudah teler. Bahkan saking ngantuknya terkadang sesudah magrib sudah tidur dan belum makan malam. Ga peduli besok di sekolah mau ada ulangan atau peer. Pokoknya tidur aja.

Padahal malam itu waktu berkumpulnya semua anggota keluarga. Bisa mengerjakan  peer sambil ngobrol atau bercanda bersama. La kalo anggotanya ga lengkap karena ada yang curi start tidur duluan jadi kurang seru ngumpul barengnya.

Setelah belajar sedikit ilmu agama saya baru tahu kalo ada sunnah  Rasulullah yang namanya qailulah yaitu tidur atau istirahat di siang hari. Kapan waktu pelaksanakan qailulah, para ulama berbeda pendapat. Ada yang meyakini sebelum zuhur, ada juga yang meyakini sesudah zuhur atau keduanya.

Duh, selama ini main suruh anak tidur siang aja tanpa tahu kalo itu merupakan sebuah sunnah. Dan Musa si hafiz cilik kebanggaan Indonesia dan keluarga Gen Halilintar juga selalu melaksanakan qailulah. Mereka tidur atau istirahat sebelum zuhur.

Durasinya tidak lama. Hanya lima belas menit sampai satu jam saja. Kalo tidur siangnya berjam-jam itu sudah kebablasan. Bukan lagi mengikuti sunnah Rasulullah.

Dzaki bayi saat tidur
Dzaki bayi saat tidur

Trus, gimana dengan kedua anak saya yang susah pakai banget diajak tidur siang? Ga bisa ngikutin sunnah dong*sedihhh* Tapi qailulah itu kan tidak hanya tidur siang. Beristirahat sebentar dengan merilekskan tubuh disiang hari itu qailulah juga. Ya bisa dengan tidur-tiduran atau sekedar duduk santai. Cuma lebih bagusnya ya tidur siang walo cuma sebentar.

Selain mengikuti sunnah Rasulullah, tidur siang itu bermanfaat buat kesehatan, sebagaimana dikutip dari laman detikhealth adalah:

  1. Meningkatkan Daya Ingat

Sebuah penelitian tahun 2008 menemukan fakta bahwa tidur siang selama 45 menit mampu meningkatkan daya ingat. Peningkatan ini terjadi dalam fase slow wave sleep atau tidur gelombang pendek sebagaimana terjadi dalam tidur siang.

2. Meningkatkan Produktivitas

Tidur siang dapat melindungi otak dalam pengolahan informasi yang terjadi secara berlebihan dan membantu mengkonsolidasikan informasi yang baru dipelajari. Hal ini akan berdampak pada konsenyrasi dan produktivitas di tempat kerja.

3. Menurunkan stress

Penelitian menunjukkan bahwa hormon stress secara dramatis akan turun setelah tidur siang, terutama jika semalam tidurnya kurang nyenyak.

4. Mencegah Penyakit Jantung

Peneliti dari Yunani menyimpulkan bahwa tidur siang selama  20-40 menit bisa mengurangi resiko terkena penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung dan stroke.

Hm…melihat banyaknya manfaat tidur siang, kayaknya harus kerja keras lagi ngebujuk anak. Nak, bobok siang yuk!

 

 

 

cooltext119061551120283

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s