Tetap Sehat di Musim Kabut Asap

Posted on Updated on

IMG_20150909_180357
Meme yang banyak beredar di sosmed tentang dampak kabut asap di Palembang

Musim di Indonesia sekarang ini tidak hanya musim kemarau dan penghujan saja. Tapi sudah nambah dua musim lagi yaitu banjir dan kabut asap. Banjir selalu berdampingan dengan penghujan. Sementara kemarau selalu ditemani dengan kabut asap.

Dua musim tambahan itu bukan karena faktor alam tapi ulah manusia yang serakah dan mau enak sendiri aja. Ga peduli dengan nasib orang lain dan lingkungan. Hutan dibabat sampai gundul akibatnya saat musim penghujan datang, banjir dimana-mana. Sementara saat musim kemarau, sibuk membakar hutan untuk membuka lahan perkebunan.

Dengan bermodal uang yang ga sampe sepuluh ribu untuk beli seliter bensin dan korek api, manusia yang serakah ini bisa membuka lahan perkebunan. Cukup menyiramkan bensin ke tanaman yang kering lalu membakarnya. Kalo menggunakan cara biasa untuk membersihkan lahan, itu akan makan banyak biaya, waktu dan tenaga. Harus menebang pohon satu per satu. Nah, dengan mmembakarnya saat musim kemarau, ga perlu modal besar untuk membersihkan lahan.

Namanya juga manusia serakah, mereka ga peduli kalo aksi bakar membakar hutan itu bisa merusak lingkungan, mengganggu habitat makhluk hidup yang tinggal dikawasan itu dan merugikan masyarakat banyak. Kabut asap membuat jadwal penerbangan dan pelayaran jadi terganggu, anak-anak terpaksa diliburkan sekolahnya dan gangguan kesehatan massal karena banyak yang menderita penyakit ispa (infeksi saluran pernafasan atas).

IMG_20150910_134253
Jembatan Ampera tidak bisa terlihat jelas karena asap. Sumber foto : internet

Keluhan soal kabut asap ini bertebaran di sosmed. Ada yang berinisiatif menggalang dukungan membuat petisi agar pemerinta cepat mengatasi darurat asap ini. Salah satunya adalah Komunitas Kumpulan Emak Blogger. Hari ini (14/9) pukul 18.30 akan melakukan twit serentak untuk masyarakat Indonesia yang terkena dampak asap dan sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Twitt ini menggunakan hastag #KEBMelawanAsap.

Dampak asap memang sudah sangat mengkhawatirkan. Selain sudah memakan korban jiwa, satu orang yang meninggal dunia di Pekan Baru karena ispa, banyak aktivitas jadi terganggu, roda perekonomian pun berjalan lambat. Harga sembako merambat naik sementara daya beli masyarakat menurun.

Adik saya yang tinggal di pinggiran Palembang cerita kalo saat ini baru bisa beraktivitas setelah pukul 9 pagi. Soalnya kalo pagi kabut asap begitu pekat. Baru sebentar keluar, nafas sudah sesak, tenggorokan terasa kering dan mata jadi perih. Jarak pandang juga jadi pendek. Biasanya  habis subuh, adik saya sudah mengajak bayinya berjalan keliling kompleks sambil membeli sayur mayur dan lauk di warung.  Sekarang sudah tidak bisa lagi melakukan itu. Bahkan, saking parahnya asap, saat didalam rumah yang  ac nyala pun terasa bau asap. Pakaian yang dijemur pun ikutan bau asap.

Lahat yang jaraknya enam jam perjalanan dari Palembang pun ikut terkena dampak asap. Walo tidak separah teman-teman di Palembang, Jambi atau Riau.

IMG_20150910_113925
Pukul 12 siang di Lahat. Masih terlihat ada kabut asap tipis

Umumnya yang sering dikeluhkan oleh masyarakat akibat dampak kabut asap adalah batuk kering, tenggorokan sakit akibat radang, mata perih. Kulit terasa lebih kering yang disertai bibir pecah-pecah. Beberapa tips agar tetap sehat saat musim kabut asap :

IMG_20150910_075741-picsay

  • Perbanyak minum air putih minimal 8 gelas sehari.
  • Konsumsi rebusan jahe merah yang dicampur madu untuk mengurangi batuk dan radang tenggorokan.
  • Konsumsi madu atau suplemen yang meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Untuk mengatasi mata perih akibat asap, tetesi mata dengan air rebusan daun sirih.
  • Oleskan daging lidah buaya ke kulit untuk mengatasi kekeringan. Bisa di oleskan ke seluruh tubuh dan muka
  • Gunakan minyak zaitun untuk mengatasi bibir pecah-pecah.
  • Hindari aktifitas di luar rumah. Kalo harus beraktivitas diluar, gunakan masker

Kita harus tetap sehat di musim asap ini agar kita punya kekuatan untuk melakukan protes ke pemerintah, menggalang kekuatan untuk menjebloskan manusia-manusia serakah yang membakar hutan ke penjara. Dan yang terpenting adalah bermunanjat kepada Allah agar segera diturunkan hujan biar asap hilang dari bumi Indonesia. Amin

Advertisements

11 thoughts on “Tetap Sehat di Musim Kabut Asap

    akhmad muhaimin azzet said:
    September 15, 2015 at 3:11 am

    Banyak minum air putih itu penting banget ya, Mbak, terutama di saat seperti ini, apalagi ditambah madu, dan kalau keluar rumah mesti menggunakan masker.

      Emi Afrilia responded:
      September 16, 2015 at 4:34 am

      Yup, banyak minum air putih bantu kita untuk tetap fokus dan konsentrasi *kayakiklanaja*

    etybudiharjo said:
    September 15, 2015 at 6:43 am

    Ikut prihatin ya mak, semalem sy jg ikutan #KEBMelawanAsap, sy sih lsg mentionin Pemerintah…

      Emi Afrilia responded:
      September 16, 2015 at 4:33 am

      Mudah-mudahan apa yang dikeluhkan kita bisa didengar dan ditangggapi pemerintah ya mak. Kasian…yang kena asap

    Ranii said:
    September 15, 2015 at 5:11 pm

    Setuju banget, yang di sana harus pintar2 menjaga kesehatan, agar bisa menyuarakan kepada pihak terkait untuk segera mengatasii kabut asap ini ya

    nur islah said:
    September 16, 2015 at 5:54 am

    Jadi ingat kebakaran hutan belakang rumah kemarin, asapnya dimana2, untungnya rumah kami selamat. Mdh2an pemerintah cepat bertindak ya

      Emi Afrilia responded:
      September 16, 2015 at 11:27 pm

      Alhamdulillah masih dilindungi Allah jadi rumah klg mak bs selamat dari kebakaran

    hidayahsulistyowati said:
    September 17, 2015 at 5:04 am

    Ikut sedih, moga pemerintah atau pihak terkait bisa segera menyelesaikan krisis ini dan nggak terulang tiap tahun.

      Emi Afrilia responded:
      September 17, 2015 at 5:41 am

      Gara2 asap negara kita di bully sm negara tetangga. Netizen buat hastag #terimakasihindonesia sbg sindiran utk kita

    omnduut said:
    September 30, 2015 at 11:42 am

    Teraso nian kabut asap kali ini >..<

      Emi Afrilia responded:
      September 30, 2015 at 2:22 pm

      Kalo kato dulur-dulur yang ado diplembang tuh la cak jadi iwak sale. Tinggal dienjuk bumbu jadi pindang sale wong seplembang anget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s