Awas Penyakit ‘Ain Pada Anak

Posted on Updated on

Pernah ga sih mendengar larangan orangtua agar tidak terlalu memuja muji anak? Kalo saya sih sering banget. Setiap kali saya memuji anak, mama atau mama mertua selalu mengingatkan larangan itu. Kalo saya tanya kenapa ga boleh, double mama cuma bilang terlalu memuji ga baik buat anak. Lebih baik kalo didepan anak itu ngomong kebalikannya. Anak yang ganteng dibilang jelek, yang gemuk dibilang kurus, wangi dibilang bau.

Karena double mama ga bisa menjelaskan alasan dibalik pelarangan itu, maka dengan sangat terpaksa saya tidak menurutinya alias ngeyel. Soalnya saya berkeyakinan bahwa omongan orangtua adalah doa untuk anaknya. Masak tega banget mendoakan anaknya jadi jelek, kurus, dsb. Pujian kepada anak juga bisa membantu membangun rasa percaya diri. Makanya saya selalu memanggil anak saya dengan kata-kata, “Anak bujang yang paling ganteng sedunia, anak soleh, anak pintar” Panggilannya disesuaikan dengan kondisi si anak.

Cuma ya gitu, saat Aflah masih  bayi dibawa kerumah neneknya, saya suka cemberut kalo si mama berujar “Aduh, cucu saya kok jelek banget!” Ngomongnya itu sambil menciumi pipi tembem aflah bertubi-tubi. Bukan cuma si mama yang kayak gitu, kakek nenek saya alias buyutnya Aflah juga berkelakuan sama. Suka bilangin Aflah jelek. Tapi tetappp pipinya aflah habis dicium-cium sama buyutnya. Kalo saya tanya kenapa bilang kayak gitu terus? Dengan kompak beliau-beliau bilang ga baik bilang Aflah itu ganteng. Namanya baru jadi ibu, kadang kata-kata itu terasa menyakitkan hati dan perasaan..hiks…hiks…*mulaidrama*

100_0242
Teganya…teganya…anak saya selucu ini dibilang jelek?*gakterima*

Saya itu tipikal yang boros pujian ke anak. Bahkan  dengan anak sodara, anak teman atau anak tetangga pun demikian. Kalo liat ada bayi atau anak  yang lucu, montok dan wangi telon, saya suka gemes sendiri dan langsung memujinya. Begitu juga kalo di dunia maya ada yang posting foto-foto atau cerita tentang keberhasilan anak, saya langsung memberikan jempol dan mengucapkan selamat serta kata-kata pujian.

100_0558
Kelucuan anak tanpa disadari mengundang penyakit ‘ain

Dan….ternyata tindakan saya selama ini keliru. Tanpa disadari bahwa pujian yang saya berikan bisa menimbulkan penyakit a’in pada yang menerimanya. Alasan ini pula yang menyebabkan double mama melarang saya terlalu memuja muji anak. Cuma karena beliau belum paham dengan penyakit a’in makanya cuma dibilang ga baik aja.

Apa Itu Penyakit A’in?

Penyakit ‘ain adalah penyakit yang disebabkan oleh pengaruh buruk pandangan mata yaitu pandangan mata yang disertai rasa takjub atau bahkan iri dan dengki terhadap apa yang dilihatnya.

Orang yang melihat sesuatu dengan pandangan takjub atau kagum terhadap sesuatu dengan izin Allah bisa menyebabkan pengaruh buruk ‘ain walaupun orang itu tidak bermaksud menimpakan ‘ain.

Adapun tanda-tanda anak yang terkena ‘ain adalah :

  • Tangisan yang tidak wajar yang tidak berhenti, kejang-kejang tanpa sebab yang tidak jelas serta tidak mau menyusu pada ibunya tanpa alasan yang jelas.
  • Kondisi tubuh yang sangat kurus kering.

Gimana caranya agar anak terhindar dari penyakit ‘ain? Ga mungkin kan anaknya dikurung aja dirumah. Trus, gimana dong kalo emaknya hobi mengupload foto-foto anaknya ke sosmed atau blog?*langsungtunjukjidat* Apa harus dihentikan biar ga ada yang melihat dan memuji si anak?

100_1128
Luruskan niat kalau ingin mengupload foto anak yang sedang beraktivitas. Bukan untuk pamer tapi berbagi

Para orangtua hendaklah tidak berlebih-lebihan menceritakan kebaikan yang ada pada anak atau memamerkan keelokan muka dan fisik anak kepada orang banyak. Karena itu bisa mengundang rasa kagum, iri atau dengki siapa saja yang mendengarnya kemudian berusaha melihatnya. Kalau pun ada kebaikan atau kelebihan pada anak yang bisa membuat orang kagum dan memuji, maka pintakan saja doa sebagaimana yang disunnahkan.

Adapun sunnah Nabi Muhammad ketika seseorang memandang takjub terhadap sesuatu adalah dengan mendoakan keberkahan pada apa yang dilihatnya.

Adapun doa-doa yang dianjurkan dibaca adalah :

بَارَكَ اللَّهُ فِيهِ

‘Ya Alloh Semoga Alloh memberikan berkah padanya”

اللَّهُمَّ بَارِكْعَلَيْهِ

“Ya Alloh berkahilah atasnya”

اللَّهُمَّ بَارِكْلَهُ

“Ya Alloh berkahilah baginya”

Atau mengucapkan :

مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Sungguh atas kehendak Allohlah semua ini terwujud”

 

Untuk emak yang hobi upload foto buah hatinya ke sosmed, pertanyakan dulu apa motivasi melakukan itu. Kalau sekedar untuk mendapat jempol atau like yang banyak, sebaiknya diurungkan saja. Soalnya kasihan si anak yang bisa kena penyakit ‘ain. Tapi kalo niatnya untuk berbagi pengalaman, cerita atau kebahagian, ya silahkan aja. Cuma jangan terlalu sering aja mengupload foto anak. Ntar anaknya yang lebih eksis ketimbang emaknya. Wkwkwk…

 

cooltext119061551182218

 

Sumber Tulisan

WWW.Alquran-Sunnah.com/penyakit-‘ain-dan-cara-melindunginya.html

Advertisements

13 thoughts on “Awas Penyakit ‘Ain Pada Anak

    khulatul mubarokah said:
    September 7, 2015 at 1:22 pm

    Subhanalloh … terima kasih informasinya, Mbak.

      Emi Afrilia responded:
      September 10, 2015 at 8:55 am

      Terima kasih kembali

    Pendar Bintang said:
    September 11, 2015 at 2:38 am

    Emang sih si Nenek juga selalu blg ke baby saya “cucu jelek nenek mana?” Tapi saya biasa saja, cuma saya memang setiap saat saya menyapa baby saya dg panggilan ” si ganteng” tapi artikel ini warning buat saya agar ga berlebihan.
    Kalau pelit pujian (toh anak sendiri) juga nantinya bikin lack of confidence buat perkembangan si kecil. Untuk achievement2 tertentu masih boleh kan memuji?

      Emi Afrilia responded:
      September 13, 2015 at 9:12 am

      Boleh memuji anak tapi sebaiknya sebelum mengucapkan kata-kata pujian ke anak disertai dengan doa seperti Barokallah. Itu yang diajarin sama guru ngaji saya

    inna riana said:
    September 11, 2015 at 8:31 am

    baru tahu. tfs ya mba

    momtraveler said:
    September 12, 2015 at 12:34 am

    baru tahu ini… makasih sharingnya mbak

    Yulia Rahmawati said:
    September 12, 2015 at 4:41 am

    bermanfaat Mbak… klu dari kata ‘ain, memang artinya mata. Pandangan mata yg mengaburkan kejernihan jiwa 🙂

    ophi ziadah said:
    September 13, 2015 at 4:00 pm

    Hmmm
    meski tidak jarang memuji tapi kadang suka juga sih ngeledek anak2.
    mereka jadi ngambek klo kayak gitu, meski baik lagi slh tahu sy bercanda
    memuji dengan niat positif agar mereka termotivasi sih sebetulnya.
    slain itu juga jadi doa kan buat mereka. Hmm bukan memuji juga sih tapi menyebut atau memanggil dengan panggilan yang baik, niatnya spt itu sih.
    justru kalau yang berlebihan mungkin bahaya yaa, apalagi klo kurang tulus. misalnya asalkan gak rewel dipuji dst.

      Emi Afrilia responded:
      September 14, 2015 at 3:58 am

      Samaa..saya juga suka ngeledek ana. Apalagi kalo mereka keliatan lagi bete

    kania said:
    September 14, 2015 at 4:51 am

    makasih udah diingatkan mba, iya nih lg belajar mengurangi foto2 di sosmed hanya utk keperluan nulis aja di blog lainnya di privat di FB 🙂

      Emi Afrilia responded:
      September 14, 2015 at 2:06 pm

      Samaa saya juga lagi belajar mengurangi mengupload foto anak di sosmed. Namanya juga emak-emak, bawaannya selalu pengen upload foto anak ke sosmed

    damarojat said:
    September 19, 2015 at 4:47 am

    betul mbak. kl di jawa seringkali bayi/anak dibedakin cemang-cemong ternyata slh satunya adl juga agar ga tll kelihatan lucu banget, menarik bgt sbb bisa memancing org utk nyubit sambil dlm hati ada rasa iri. sbtulnya yg iri jga mgkin ga ada niat menyakiti tp terlintas aja dlm hati.

    ada jg yg kl bawa anak sll ditutupi pk selendang.

    etapi kl trus ga muji ya kasihan anak. kl saya sih muji banget pas lg berdua saja. kl di depan umum sewajarnya aja.

    oya, spy anak terhindar dari ain, kl anak kita dipuji ucapkan subhanalloh. sy pernah dengar begitu katanya.

      Emi Afrilia responded:
      September 19, 2015 at 9:26 am

      Gitu ya…? Kalo saya suka bedakin anak cemang cemong biar bedaknya ga cepat habis pas dicium. Soalnya kebiasaan ini niru dari orangtua. Ternyata ada maksud lain ya.
      Terima kasih sudah berbagi info ini *pelukkk*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s