Hati Yang Bersyukur Adalah Berkah Terindah

Posted on Updated on

Kalo disodori pertanyaan, apa berkah terindah dalam hidup, maka jawabannya akan beragam. Umumnya list jawabannya adalah punya suami yang baik dan mapan, punya anak yang soleh, bisa menghantarkan anak sampai ke jenjang sarjana, punya rumah serta kendaraan, bisa pergi haji, dan…dikaruniai badan yang sehat. Lalu apakah orang yang belum kunjung ketemu jodoh atau belum dikaruniai anak, berstatus kontraktor alias tiap tahun kontrak rumah terus, belum bisa pergi haji ato sedang dalam keadaan sakit, hidupnya itu menjadi kurang berkah dan indah?

Aduh pertanyaannya berat banget yak. Tapi tenang saya akan menjawabnya sesimpel mungkin biar yang baca ga pusing dan yang nulis ga keriting otaknya. Kenapa kita bisa merasa hidup penuh berkah dan berbahagia ketika mendapat kenikmatan yang uenak-uenak seperti baru menjadi seorang ibu atau baru melepas status jomblo? Itu jawabannya karena kita dengan sadar menerima hal itu terjadi dalam hidup kita dan menjalaninya dengan bahagia. Bahasa agamanya adalah bersyukur.

Sementara ketika kita diberi  nikmat berupa sesuatu yang  tidak enak atau kondisi sulit seperti sakit, di-phk, putus cinta, belum punya rumah, atau belum juga dikaruniai momongan, ada penolakan yang terjadi dalam diri. Ga bisa menerima hal itu terjadi dalam diri. Bawaannya mo protes aja sama Allah. Sehingga timbul pertanyaan kenapa harus saya yang mengalami itu? Apa salah saya sampe harus menderita seperti ini?*nangisbombay* Hidup pun jadi terasa menyedihkan dan tidak penuh berkah. Energi yang terpancar dari kita adalah energi negatif karena bawaannya galau melulu.

Penolakan itu terjadi karena kita menganggap bahwa nikmat Allah itu hanya sesuatu yang enak, menyenangkan atau membahagiakan saja. Makanya ketika harus berada di posisi sebaliknya, kita menganggap itu sebagai cobaan atau bahkan sebuah hukuman. Padahal yaa..apa yang diberikan Allah pada umat-Nya baik itu berupa kesenangan atau kesedihan adalah nikmat. Semua harus kita syukuri.

Gimana caranya membuat hati agar selalu bersyukur terutama ketika berada dalam keadaan yang tidak enak? Soalnya kalo dalam kondisi bahagia tanpa diajari pun setelan hati itu bawaannya bersyukur aja. Muka maunya tersenyum lebar. Ini saya berikan tip-tips agar hati selalu bersyukur dalam semua keadaan ala saya . Cekidot.

  1. Berusahalah untuk menerima apapun yang terjadi dalam diri. Percuma kita melakukan penolakan dengan cara nangis sampai mata bengkak, ngeluh sampai mulut berbusa-busa atau buat status galau. Itu buat pikiran makin butek aja. Jalan keluar makin jauh. Jadi ga boleh nangis atau ngeluh kalo lagi ada masalah? Tentu boleh tapi jangan kelamaan. Secukupnya aja. Jangan sampai energi kita terkuras karena sibuk menangis atau mengeluh.
  2. Kencengin doa. Soalnya doa itu kekuatannya dahsyat. Bisa mengubah keadaan dan takdir.
  3. Sibukkan diri dengan berusaha mencari hikmah yang tersembunyi dari semua kesulitan yang kita alami.
  4. Ingat, bahwa di setiap kesulitan yang diberikan pada kita ada dua kemudahan yang menyertainya.
  5. Seringlah bergaul dengan orang yang soleh. Kenapa? Karena orang yang soleh itu biasanya selalu bersangka baik dengan Allah alias selalu berpikiran positif. Energi itu menular. Kalo mo menghilangkan energi negatif dalam diri, ya harus sering-sering berinteraksi dengan orang yang berenergi positif. Nasehat, dukungan dan doa dari orang yang soleh itu bisa menguatkan kita untuk menjalani cobaan. Kita juga bisa sedikit berbagi beban dengan menceritakan perasaan yang sedang kita alami sekarang.

Gimana dengan saya? Apakah saya selalu bersyukur dalam semua keadaan? He..he…untuk pertanyaan itu jawabannya kadang iya kadang tidak. Namanya juga manusia*alesyan*

Boleh ya saya mencontohkan keadaan yang menurut saya tidak menyenangkan dan bagaimana bisa survive menjalaninya. Ketika pertama kali suami dipindahkan ke daerah, saya sedikit shock. Soalnya dari bayi oek-oek sampai dewasa tinggal di kota besar. Tetiba sekarang harus tinggal di kota kecil bernama Baturaja. Dan rumah kontrakan yang kami tempati itu sungguh buat saya makin drop. Sudah ga pake plafon, nyamuknya super banyak dan yang lebih mengerikan itu kalo malem puluhan tikus berkeliaran di dalam rumah. Maklum rumahnya bersebelahan dengan kebun.

Mo nangis jungkir balik tetap aja SK penempatan suami ke daerah ga berubah. Jadi ya syukuri aja keadaannya walo berattttt. Untuk mengatasi serbuan nyamuk, kami memakai kelambu. Dan reaksi anak-anak sungguh melegakan. Mereka kesenangan tidur memakai kelambu. Berasa kemah tiap malam.

Karena belajar bersyukur dengan keadaan itu, sedikit-sedikit saya bisa memetik hikmah tinggal di Baturaja. Bebas dari kemacetan, jadi mo kemana-mana aja terasa dekat. Jarak rumah ke kantor suami cuma lima menit aja. Jadi suami bisa makan siang dirumah dan itu bisa menghemat pengeluaran. Suami bisa jadi ojek untuk mengantar jemput anak sekolah. Itu sesuatu yang membahagiakan.

11896187_996823020369707_4968793622573957725_n
Aneka ekspresi bahagia anak saya setiap kali diantar ayahnya pergi sekolah

Itukan contoh yang terkategori ringan, kasih dong contoh keadaan yang super berat tapi tetap bersyukur. Dan contohnya itu adalah Mak Indah aka mami bo. Kalau dia tidak bisa bersyukur dan ikhlas dengan sakit yang dialaminya maka kita tidak akan mengenalnya sebagai breast cancer fighter.  Sel kanker boleh menggerogoti tubuhnya tapi tidak semangatnya. Dan perjuangannya melawan kanker itu sungguh menginspirasi banyak orang. Lewat tulisan di blognya, ia membagi pengalaman tentang pengobatan yang dilakukannya agar terbebas dari kanker. Sungguh hal itu jadi motivasi bagi penderita kanker untuk tidak menyerah dengan penyakitnya sementara bagi masyarakat awam itu menjadi pengetahuan yang berharga.

Jujur, awal ketertarikan saya untuk mengenal lebih jauh sosok Mami Bo adalah melihat rambutnya yang botak*langsungsungkem*. Saat itu dalam pikiran saya, aduh emak yang satu ini pedenya tingkat dewa sehingga berani berbotak ria atau wanita berambut plontos sedang trend di amerika. Saya baru ngeh Mami Bo terkena kanker setelah membaca tulisannya tentang foto selfie yang diadakan oleh blogger terkenal. Dalam foto itu, Mami Bo tersenyum sumringah dengan mata yang memancarkan semangat hidup yang besar. Padahal foto itu diambil sebelum dilakukan operasi rekonstruksi payudara untuk memperbaiki masektomi. Apakah Mak Indah ga takut? Kalo yang saya baca-baca diblognya, dengan jujur  ia jawab ada rasa takut juga didalam hatinya. Namun ia bisa melawan rasa takutnya dengan gagahnya. Salut…

20141029_104437_resized
Senyum lebar Mami Bo yang menularkan semangat hidup yang besar. foto diculik dari http://www.indahnuria.com

 Jadi hidup akan jadi berkah terindah kalo kita punya hati yang selalu bersyukur. Rasa syukur itu juga tanda keimanan seseorang. Buktinya, dengan rasa syukur yang mendalam dan iman yang tebal, Mami Bo bisa tersenyum tiga jari sebelum di operasi. Hebat banget kan dampak dari rasa syukur itu.

sunset REV Tulisan ini diikutsertakan dalam

Blessful August Giveaways by indahnuria.com

Advertisements

9 thoughts on “Hati Yang Bersyukur Adalah Berkah Terindah

    ade anita said:
    September 1, 2015 at 1:13 am

    Alhamdulillah. Happy ending akhirnya. Rumah yang ada satu tikus aja bikin aku galau apalagi di tempatmu yang ada puluhan. Duh… naudzubillah min dzaliik

      Emi Afrilia responded:
      September 5, 2015 at 11:59 am

      Tetap galau tp coba dibawa happy aja…

    indah nuria Savitri said:
    September 1, 2015 at 11:33 am

    Thanks for joining my GA ya maaaak :)…semangaaat..dan terkadang saat kita ‘dijebloskan’ ke kondisi terburuk dan tidak mengenakkan justru malah membuat kita makin kuat 🙂

      Emi Afrilia responded:
      September 5, 2015 at 11:56 am

      Saya banyak belajar ketegaran dari mami bo. Utamanya gimana agar tetap bs semangat dan tersenyum lebar ketika ada masalah berat. Semangatnya mbak itu buat nular lhoo

    dWi [nining] (@Ki_seKi) said:
    September 8, 2015 at 9:17 am

    mak…tinggal di Baturaja ya? saya trus keinget salah satu destinasi di monopoli jadul ituuuuh “Stasiun Baturaja”
    well, hidup itu sawang sinawang kalo kata org Jawa, dan itu benar adanya…..kalo terus2an ngeliat keatas melulu kapan kita bersyukurnya, hendaknya kalo melihat keatas itu dijadikan motivasi kita ..ceileh sok bijak benerrr ini komen, hihihi harap maklum ya mak ini postingan pas bener saya yang lagi butuh mood booster *wushaaa*

    btw sukses ya GAnya, smoga menaaang 🙂

      Emi Afrilia responded:
      September 10, 2015 at 8:56 am

      Emang ada ya di monopoli jadul Stasiun Baturaja?

    Lidya said:
    September 9, 2015 at 4:14 pm

    Denganbersyukur maka berkah selalu datang ya mbak

      Emi Afrilia responded:
      September 10, 2015 at 9:00 am

      Iya mak..
      Soalnya dalam Al-Quran surah Ibrahim disebutkan bahwa siapa yang bersyukur maka akan ditambah nikmatnya sama Allah. Cuma namanya manusia masih harus belajar terus agar bisa bersyukur dalam setiap kondisi. bukan cuma saat senang aja*jadimamahdedeh*

    liannyhendrawati said:
    September 10, 2015 at 2:08 pm

    Bersyukur meskipun apapun keadaan kita ya. Hal ini yang sering kita lupakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s