Tidak Ada Penyakit Yang Diturunkan

Posted on Updated on

Papa saya meninggal dunia saat berumur 45 tahun  dalam perjalanan pulang ke rumah sehabis bekerja. Ketika itu saya sedang menyusun skripsi dan adik bungsu masih duduk di kelas 5 SD. Papa terkena angin duduk atau angina pektori. Papa memang ada riwayat hipertensi sebelumnya. Itu merupakan pukulan yang sangat dahsyat untuk saya dan keluarga. Ada perasaan tidak percaya kenapa papa bisa meninggal padahal saat pergi bekerja beliau dalam keadaan sehat.

Tujuh tahun setelah wafatnya papa, mama pergi meninggalkan kami untuk selama-lamanya. Tepatnya sehari sesudah mama berulang tahun yang ke-50. Mama meninggal karena komplikasi penyakit diabetes atau DM. Awalnya mama cuma kena DM tapi kemudian penyakitnya merambat ke jantung, gagal ginjal bahkan kebutaan. Setahun sebelum meninggal, mama sudah tidak bisa melihat lagi. Ketika saya melahirkan anak kedua, mama minta saya deskripsikan bagaimana rupa Nuha agar ia bisa membayangkannya. DM telah merenggut indra penglihatan mama.

Pasca meninggalnya mama, ada kekekhawatiran bahwa saya dan adik-adik akan mendapat warisan penyakit DM atau hipertensi. Tapi setelah membaca buku The Miracle Of Enzyme karya Hiromi Sinya, kekhawatiran saya langsung sirna. Karena menurut Hiromi tidak ada penyakit yang diturunkan orangtua ke anaknya. Penyebab terbesar penyakit keturunan adalah mewarisi kebiasaan yang menyebabkan penyakit itu. Salah satunya adalah kebiasaan pola makan yang tidak sehat.

106_1115

Mengubah pola makan merupakan cara untuk menghindari penyakit degeneratif. Asupan makanan harus dijaga. Konsumsi makanan yang sehat seperti produk dari >Nutrifood. Berikut ini tips hidup sehat yang coba saya jalankan :

– Bangun tidur langsung berjenipari dulu alias minum air perasan jeruk nipis yang dicampur satu sendok madu dan satu sendok minyak zaitun. Manfaatnya selain bisa menggantikan cairan tubuh yang hilang saat tidur, jenipari bisa menjaga kesehatan pencernaan, membantu membersihkan liver. Sengaja ditambah minyak zaitun agar elastisitas kulit tetap terjaga.

106_1102

– Mencoba menerapkan pola makan raw food.

Dulu, komposisi karbohidrat lebih banyak ketimbang serat atau proteinnya dalam menu makanan saya. Yup, saya terbiasa menyantap  satu piring nasi atau lebih (tutup muka), sayurnya beberapa sendok ditemani dengan lauk dan sambal.  Sekarang saya berusaha untuk mengubahnya dengan satu piring besar sayuran mentah, 3-5 sendak makan nasi, lauk dan sambal. Masih berproses untuk meniadakan nasi dalam daftar menu saya. Selada air adalah rawfood favorit saya.

selada air
sumber foto :desaijolakalaka.blogspot.com

– Memperbanyak minum air putih

Menurut Pakde Hiromi Sinya, saat kita minum air, saraf-saraf simpatetik mulai terstimulasi, mengaktifkan metabolisme energi serta meningkatkan konsumsi kalori sehingga berat badan berkurang. Minumlah minimal 6,5 gelas air putih setiap harinya. Jenis air yang paling efektif untuk membakar lemak adalah air yang suhunya lebih rendah daripada suhu tubuh tetapi tidak sedingin air es.

images
sumber foto: makanandietsehat.com

– Berolahraga ringan secara teratur

Seusai sholat subuh, biasanya saya ngikut suami jalan pagi. Ga pake alas kaki biar dapat manfaat dobel. Olahraga sekaligus refleksi gratis.

index
Sumber foto : Saifuddinchadavi.blogspot.com

– Rutin berdonor darah

Donor darah sudah saya lakoni sejak jaman mahasiswa dulu. Terhenti setelah saya hamil. Tiga bulan yang lalu, saya bertekad untuk merutinkan lagi berdonor. Dan yang membuat saya bahagia adalah suami akhirnya mau juga berdonor. Ga sia-sia selama sebelas tahun menikah, saya membujuknya. Yes, saya sukses menjadi #Healthagent untuk suami.

ayah

Tips itu baru bisa berhasil kalau kita istiqomah menjalaninya.

cooltext119061551182218

Advertisements

6 thoughts on “Tidak Ada Penyakit Yang Diturunkan

    febytriawan said:
    May 31, 2015 at 1:58 pm

    Yah senasib mba
    sya mah ditinngal papa wktu msih SD krn angin duduk.
    Mama jg mnggal wktu sy sekolah krn DM yg katanya diwariskan dr orangtuannya.
    Slama ini dqlam pikiran sy bwhww saya mewariskan gen DM. Parahnya lagi suami pun punya gen DM krn ortunya jg terkena DM. Sya khawatir berat ank2 saya bakal “tertular”DM warisan itu. Tapi pas baca blog mba saya jd ga takut lagi :-).
    Saya mau contoh pola hidup mba mulai dri minum air jeruk nippis sm madu dlubkayaknya hehehe. Trims ya mba oh y bukunya beli dmn?

      Emi Afrilia responded:
      June 1, 2015 at 7:53 am

      Mak, buku itu banyak tersedia di toko-toko buku. recomended banget untuk menghilangkan perasaan khawatir kalau DM itu bisa diturunkan

    Efi Fitriyyah said:
    May 31, 2015 at 3:54 pm

    Kalau makan teratur belum bisa aku , mbak, hehehe. Makan suka nunggu lapar tapi kadang kemaruk kalau lagi lapar berat. Nah kalau minum, aku ngusahain banyak tiap hari. Bapakku punya DM juga, bikin aku ga suka makanan yang terlalu manis, takut kena DM. Eh tapi malah doyan yg asin-asin, ujung-ujungnya kolesterol malah udah kena warning. Sukses buat ngontesnya ya, mbak.

      Emi Afrilia responded:
      June 1, 2015 at 7:40 am

      Kalo kata nabi, makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Kayaknya nasehat ini bisa menghindari dari kalap dan kemaruk saat lapar tingkat dewa

    Rizka said:
    June 1, 2015 at 5:13 am

    alasan tidak penyakit yg diturunkan karena alesan pola makan logis sih
    tapi secara biologi bukannya emang ada penyakit yang diturunkan/pembawa? Seperti botak, buta warna dll

      Emi Afrilia responded:
      June 1, 2015 at 7:31 am

      Makasih untuk koreksinya mak..
      Memang ada beberapa penyakit yang bisa diturunkan kepada anak seperti hemofilia dan thalasemia. Tulisan saya itu mengkhususkan untuk penyakit hipertensi dan DM yang mitosnya bisa diturunkan kepada anak. Cuma judulnya terlalu bombastis ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s