Melawan Malas

Posted on Updated on

“Bu, kok rumah masih kotor?”tanya suami sepulang kerja.

“Maaf, Yah. Ibu lagi dapet. Perut ibu lagi mules banget. Jadi males untuk ngapa-ngapain. Masih untung bisa masak,”ujar saya setengah membela diri.

Tanpa banyak bicara, setelah melepas jaketnya, suami mengambil sapu dan mulai menyapu. Melihat suami yang menyapu rumah, terlintas rasa bersalah. Pulang kerja bukannya istirahat tapi langsung bekerja lagi membersihkan rumah. Beginilah kalo penyakit malas menyerang. Rumah jadi berantakan dan tidak terurus, ide-ide untuk menulis dibiarkan menumpuk di otak hingga akhirnya kelupaan mau nulis apa, masak pilih yang paling praktis dan gampang saja yaitu telur dadar ato mata sapi. Akibatnya anak-anak dan suami kena sembelit karena kurang makan serat. Malas membuat saya  maunya nyantai-nyantai aja sambil pegang hp ato baca novel.

Pernah diserang penyakit malas? Pasti pernah yaaa…soalnya malas itu sangat manusiawi. Masalahnya kalo sudah diserang malas, itu susaaaaahhh pake sekali untuk mengusirnya. Padahal kita tau pasti bahwa tidak ada untungnya sama sekali memelihara malas. Kalo pun ada, menurut saya cuma membuat kita pintar mencari-cari alasan pembenaran mengapa kita malas.

Contohnya aja, Saya menggunakan alasan lagi dapet untuk membuat pembenaran malas membersihkan rumah. Padahal saya tau bahwa setiap kali datang bulan memang beberapa hari pertama, perut suka mules. Durasi mulesnya juga cuma beberapa jam saja. Tapi saya manfaatkan betul momen itu untuk bergolak golek di kasur sambil melototi hp. Seharusnya, sebelum perut mules saya buru-buru bersihkan rumah. Seharusnya yaa (catet…)

Untuk melawan rasa malas, saya coba dengan membaca artikel-artikel yang bisa memotivasi diri. Tapi mungkin malasnya sudah tingkat akut, motivasi itu hanya numpang lewat saja. Tidak memberi dampak sama sekali. Justru menambah perbendaharaan kata-kata pembenaran untuk bermalas-malasan (Tepok jidat).

Emang paling susah untuk memotivasi diri sendiri. Soalnya kita paling tau celah pembenaran yang bisa meredakan rasa bersalah akibat malas, ya kann? Akibatnya penyakit malas makin menjadi-jadi.

Lalu gimana caranya untuk mengusir malas?

Bergerak. Mulailah bergerak dari hal-hal yang paling ringan dan bisa menyenangkan hati dan pikiran. Sehingga kita tidak menemukan alasan mengapa kita tidak mau melakukan itu. Contohnya saja adalah membersihkan rumah. Kalo malas membersihkan rumah, kita bisa memulainya dengan menyapu dan merapikan kamar tidur. Efek dari kamar yang sudah rapi akan membuat kita makin bersemangat untuk merambah ruangan lain untuk dibersihkan.

Berdoa. Malas itu adalah penyakit hati yang disebabkan oleh syaitan. Manusia adalah makhluk yang lemah. Terkadang tidak berdaya dengan bujuk rayu syaitan sehingga memperturutkan rasa malasnya. Berdoa adalah senjata untuk menghilangkan rasa malas. Dengan bermunanjat, kita bisa memohon agar dihilangkan dari rasa malas yang menggelayuti diri.

Stop Menumpuk Pekerjaan. Jangan dibiasakan untuk menunda pekerjaan kecil dan sepele. Dengan menunda mengerjakannya akan membuat pekerjaan kita semakin banyak dan membuat kita menemukan alasan untuk malas mengerjakannya, betul atau betul?

Hei, saya membuat tulisan ini bukan berarti saya bebas dari malas. Saya masih berjuang untuk mengatasi rasa malas. Saling mendoakan yaaa..

Advertisements

11 thoughts on “Melawan Malas

    Lusi said:
    March 15, 2015 at 12:01 pm

    Sering memang tiba2 mager gitu aja 😦

      emiafriliaburhanuddin responded:
      March 19, 2015 at 10:43 am

      Kayaknya berdoa yang paling efektif menghilangkan malas ya mak lusi

    ratusya said:
    March 18, 2015 at 4:47 am

    Hihihi. Emang sih ya kadang kita menggunakan banyak alasan untuk menutupi 1 kata. Malas.
    Kalo saya, kuncinya 1, kalo lagi inget buru2 dikerjakan, takut keburu si bocah bangun, ntar ga sempet ngerjain lagi.
    Kalopun ga sempet, suami saya maklumin, berarti seharian saya sibuk sama si kecil Dan ga bisa ditinggal. Suami ga komplen, tapi saya yg pusing ngeliatnya kok kaya kapan pecan ya

    Salam kenal mak 🙂

      emiafriliaburhanuddin responded:
      March 19, 2015 at 10:42 am

      kalo rumah saya ga diberesin bukan lagi kayak kapal pecah tp sudah kayak kena serangan tsunami. bocah tiga orang emang doyan ngobrak-abrik rumah. parahnya emaknya itu kena serangan si malas#lapkeringet

    susanti dewi said:
    March 18, 2015 at 5:30 am

    iya mak, kadang memang rasa malas suka mucul, tapi memang harus dilawan 🙂

    bukanbocahbiasa said:
    March 20, 2015 at 4:04 pm

    Ini nampooolll bangeettt mak. Secara, saya juga begituuuh 🙂 Hihihi

    HM Zwan said:
    March 23, 2015 at 1:19 am

    kok sama ya,hehehe..saya kala malas juga gitu,semua numpuk,tapi kalau bisa,sebelum suami pulang semua beres hehehe
    salam kenal mak^^

      emiafriliaburhanuddin responded:
      March 23, 2015 at 5:53 am

      pengennya sih kyk gitu, cuma apa daya si malasnya lbh kuat.
      Mak, itu belajar fotonya dimana? Foto2 diblognya buat mupeng belajar moto jg
      salam balik dr jeme lahat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s